Cahaya Hidayah Menyinari Tembesi: Kemenag Batam Gelar Binluh Penuh Makna di RUTAN
3 Sosok Inspiratif memberikan materi tentang Iman, Aqidah Akhlaq dan Saintifik

By Muhammad Yusuf, S.Sos.I.,M.Pd.,CTrQ.,CPSQ 08 Agu 2025, 08:18:54 WIB Metropolitan
Cahaya Hidayah Menyinari Tembesi: Kemenag Batam Gelar Binluh Penuh Makna di RUTAN

Keterangan Gambar : Cahaya Hidayah Menyinari Tembesi: Kemenag Batam Gelar Binluh Penuh Makna di RUTAN


Cahaya Hidayah Menyinari Tembesi: Kemenag Batam Gelar Binluh Penuh Makna di RUTAN

Batam, 7 Agustus 2025 – Suasana RUTAN Tembesi Kota Batam pada Kamis pagi ini terasa berbeda. Bukan hanya jeruji besi yang membatasi ruang gerak, tapi lantunan hikmah, tausiyah penuh makna, dan pancaran ketulusan menyusup ke relung hati para warga binaan. Dalam kegiatan rutin Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam (Binluh) yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kota Batam, hadir tiga sosok pemateri yang membawa cahaya ilmu dan ketenangan jiwa.

Bapak Kyai Mohammad Aras, S.Ag., M.Pd., MM , yang juga merupakan Dosen Tetap Universitas Ibnu Sina Batam, membuka sesi dengan tema “Pentingnya Menjaga Aqidah” . Dalam pemaparannya yang menggugah, beliau menekankan bahwa aqidah adalah landasan utama dalam kehidupan seorang muslim. Dalam ruang hampa yang kadang berisi penyesalan dan harapan, Kyai Aras menyulut kembali semangat untuk kembali teguh di jalan Allah SWT.

Sesi selanjutnya disampaikan oleh Bapak Kyai Mabrur Almubaroq, S.Sos , Imam Utama Masjid Baitul 'Azhim Puri Legenda Batam Centre. Dengan tema “Keutamaan Bersyukur dan Husnuzhzhan” , beliau mengajak warga binaan untuk tetap memiliki prasangka baik kepada Allah, bahkan dalam kondisi tersulit sekalipun. Kalimat-kalimat beliau menembus sekat batin para pendengar, mengingatkan bahwa ujian hidup bukanlah tanda kebencian kepada Allah, namun jalan kembali menuju cinta-Nya.

Baca Lainnya :

Puncak haru dan perenungan datang dari Bapak M. Yusuf, S.Sos.I., M.Pd., CTrQ., CPSQ , yang dikenal luas sebagai Kyai Gaul Batam . Mengangkat tema unik dan mendalam “Memaknai MISKIN secara Saintifik” , beliau mengulas doa Nabi Muhammad SAW yang meminta untuk hidup, wafat, dan dikumpulkan bersama orang-orang miskin. Dengan pendekatan ilmiah dan spiritual, beliau menyentuh dimensi kemiskinan sebagai kekuatan jiwa dan kedekatan dengan Tuhan. Warga binaan pun larut dalam refleksi, banyak yang menitikkan air mata — bukan karena sedih, tapi karena merasa dipeluk oleh harapan.

Kegiatan binluh ini bukan hanya rutinitas, melainkan jendela menuju pertobatan, ruang pemurnian jiwa, dan penguatan akhlak. Di sesi akhir, panitia menyampaikan bahwa binluh berikutnya akan mengangkat tema besar: Bani Israil dalam Perspektif Sains dan Al-Qur'an — tema yang diyakini akan kembali menggugah nalar dan iman para peserta.

Di balik pagar-pagar tinggi RUTAN Tembesi, cahaya ilmu dan keimanan hari ini telah menyinari hati yang rindu pada memaafkan. Karena setiap jiwa punya hak untuk bertumbuh, dan setiap insan berhak untuk kembali kepada-Nya. (AP.Gesit/KyaiGaulBatam).




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment