- Kyai Gaul Batam Raih Gelar Magister Pendidikan dari UNISSULA
- Blissful Mawlid KUA Nongsa Bedelau Kemenag Berdampak
- Kyai Gaul Batam Harumkan Batam Kepri di PENAIS AWARD 2025 Jakarta Barat
- Bimbingan Pra Nikah KUA Nongsa Kantor Kemenag Kota Batam
- Hujan Deras Tak Menyurutkan Semangat Jamaah! Bimluh MT. Sabilul Huda Nongsa Asri Hadirkan Kyai Gaul
- KUA Kec. Nongsa Kantor Kemenag Kota Batam dan Puskesmas Jabi Batu Besar Bersinergi
- HEBOH! Kemenag Kota Batam Guncang Batam dengan Silaturrahim Kebangsaan & Ekoteologi
- KEMENAG KOTA BATAM GAUNGKAN SEMANGAT KERUKUNAN LEWAT PAWAI PEMBANGUNAN 2025
- Kolaborasi Tiga Lembaga Peningkatan Kepedulian dan Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Batam
- BRUS KUA Belakang Padang Sentuh Hati Remaja SMA 2 Batam: Bekal Menuju Masa Depan Qurani
Nyanyikan Anti Putin, Personel Pussy Riot Dibui

Keterangan Gambar : Pussy Riot
Rusia - Pengadilan Rusia memvonis penjara dua tahun personel band Pussy Riot karena menyanyikan lagu anti Presiden Vladimir Putin.
Pengadilan menetapkan tiga anggota band itu bersalah melakukan 'hooliganisme' dengan motivasi agama.
Hakim Marina Syrova mengatakan para anggota band "secara berhati-hati merencanakan" nyanyian mereka tanggal 21 Februari lalu di dalam katedral di Moskow. "Tolokonnikova, Alyokhina dan Samutsevich melakukan "hooliganisme" -- dengan kata lain pelanggaran berat ketertiban umum," kata Syrova.
"Pengadilan menyatakan mereka bersalah. Pengadilan meraih putusan berdasarkan kesaksian terdakwa sendiri dan bukti lain," tambahnya.
Jaksa menuntut hukuman tiga tahun penjara atas tiga anggota band itu.
Para pendukung band itu melakukan protes di sejumlah tempat di Moskow. Keamanan ketat pun diterapkan dan sejumlah jalan ditutup.
Pussy Riot mengecam kasus tersebut yang mereka katakan diorganisir Putin.
Buat Marah Gereja
Sejumah selebriti termasuk bintang pop Amerika, Madonna, menyerukan agar mereka dibebaskan.
Ketiga anggota band itu mengatakan "doa punk" mereka adalah tindak politik untuk memprotes gereja ortodoks Rusia yang mendukung Presiden Putin.
Dalam penampilan seronok mereka di dekat altar mereka meminta Bunda Maria untuk "menggeser Putin".
Nyanyian mereka membuat marah gereja Ortodoks dan ketua gereka Kirill menyebutkan penampilan itu sama saja dengan penghujatan agama. Namun sejumlah warga Rusia menganggap kasus itu sebagai upaya pemerintah membungkam kritikan.








1.jpg)
