Pokjaluh Kemenag Batam Gempur Lapas Barelang: Bina Napi dengan Siraman Rohani & Qurani
Gempur= Gerakan Edukatif Membina dengan Penyuluhan Terukur

By Muhammad Yusuf, S.Sos.I.,M.Pd.,CTrQ.,CPSQ 28 Jul 2025, 18:46:55 WIB Dunia Islam
Pokjaluh Kemenag Batam Gempur Lapas Barelang: Bina Napi dengan Siraman Rohani & Qurani

Keterangan Gambar : Pokjaluh dalam Bimluh Rutin di Lapas IIA Barelang Batam, setiap hari Senin dan Selasa



Pokjaluh Kemenag Batam Gempur Lapas Barelang: Bina Napi dengan Siraman Rohani dan Qur'ani

Baca Lainnya :

Batam, 28 Juli 2025 – Semangat pelatihan moral dan spiritual terus digaungkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Barelang Kota Batam. Pada hari Senin ini, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Batam kembali hadir membawa pencerahan melalui program Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) mingguan yang rutin digelar setiap Senin dan Selasa. Kegiatan ini bertujuan membekali para pemenang dengan nilai-nilai agama sebagai bekal reintegrasi ke masyarakat.

Tiga Sesi Penuh Manfaat

Bimluh yang berlangsung intensif ini terbagi dalam tiga sesi utama yang saling melengkapi:

1. Sesi Ceramah: Inspirasi dari Tiga Tokoh Sesi ceramah menjadi sorotan utama, menghadirkan tiga penceramah handal yang masing-masing menyampaikan materi krusial:

  • M. Yusuf, S.Sos.I., M.Pd., CTrQ., CPSQ (Kyai Gaul Batam/Agen Perubahan "GESIT" Kemenag Batam/Sekum PD. IPARI Kota Batam) , yang dikenal dengan julukan "Kyai Gaul Batam", mengundang peserta dengan materi "4 Pilar dalam Agama: Syariat, Thoriqat, Haqiqat dan Ma'rifat". Beliau juga mengupas tuntas Surat As-Shof ayat 3, menekankan pentingnya keselarasan antara ucapan dan perbuatan. contoh: “Tak usah mengajar orang bab Thoharoh (suci diri, pakaian dan tempat), sementara ketiak sendiri masih bau atau bulu hidung masih seliweran keluar pagar, dan atau Kyai Gaul tak akan mengajarkan orang cara merawat gigi yang baik dan benar karena gigi sendiri sudah gak keruan bentuknya,” tegas beliau, memberikan analogi yang jenaka namun menohok, mengingatkan tentang konsistensi dalam beramal. prinsipnya adalah kata-kata yang berdasarkan fakta dan realita dapat lebih berkesan dan bermakna.

  • Subur, S.Sos.M.Pd. (Ketua Pokjaluh Islam Kemenag Batam) , membawakan materi “Wasbang, Pemiku Konflik di Masyarakat dan Cara Islam Mengatasinya”. Beliau mengungkap tuntas masalah akar konflik sosial serta solusi yang ditawarkan ajaran Islam untuk menciptakan kerukunan.

  • M. Ali Akbar Pohan, S.Sos (Sekretaris Pokjaluh Islam Kemenag Batam) , menyampaikan ceramah tentang "Fadhilah dan Anjuran Memperbanyak Istighfar". Beliau mengingatkan tentang keutamaan istighfar sebagai jalan membersihkan diri dari dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Sesi Baca Al-Qur'an Terbimbing Metode Sima'an Setelah siraman rohani, para pembantu diajak mendalami kalamullah melalui sesi baca Al-Qur'an terbimbing dengan metode Sima'an. Metode ini memungkinkan mereka untuk menyimak bacaan Al-Qur'an dengan seksama, sekaligus mengoreksi dan memperbaiki tajwid serta makharijul huruf mereka di bawah bimbingan para penyuluh.

3. Sesi Tanya Jawab: Interaksi dan Pendalaman Sesi terakhir digunakan untuk tanya jawab, membuka ruang bagi para ayah untuk berinteraksi langsung dengan para penceramah. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik untuk menggali lebih dalam materi yang telah disampaikan, menyampaikan unek-unek, dan mencari solusi atas permasalahan spiritual yang mereka hadapi.

Apa Selanjutnya?

Kegiatan Bimluh ini menjadi bukti nyata komitmen Kantor Kementerian Agama Kota Batam dalam membina pemenang agar kelak dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertakwa. Pokjaluh Agama Islam Kemenag Batam akan melanjutkan kegiatan serupa pada hari Selasa, 29 Juli 2025, dengan materi dan bimbingan yang berbeda, memastikan pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan Lapas Barelang. (AP.Gesit/KyaiGaulBatam).




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment